17 Februari 2009

Gelapnya Rindu

Puisica By RariefA


Surut sudah pendar mentari
sayup-sayup panggilan malaikat menyentak telinga
tergopoh cucuran air mengelus ari
malam ini puaskan hati membungkus tari
liukan elok meradang soma
duhai keringat tak kunjung jua

Mega merah melukis ufuk
bangkitkan nostalgia di tanah lama
menjulur hasta mintakan Sang Kuasa
sang faqir tersungkur kalah dalam gelap
gelap yang kekasih
merindu dendam tundukkan cela

laksa do'a melipat jari
menghitung masa keluar nyawa
tak tahan luka rindu berkata
"Ana al-Haq"

Duhai para pandir
ada apa dalam benakmu
arah kita hanya satu
mati dalam gelapnya rindu


Everything is fine if you’re not panic

Tidak ada komentar:

Posting Komentar